Selasa, 17 November 2015

Manajemen Risiko



Pengertian Risiko
Risiko adalah peluang terjadinya kerugian yang tidak diinginkan terhadap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perorangan ataupun oleh kelompok dari berbagai sumber. Tiap kegiatan Ekonomi mempunyai faktor-faktor tersendiri terhadap terjadinya sebuah risiko.
Manajemen Risiko adalah usaha dari perorangan ataupun kelompok dalam menangani setiap risiko yang terjadi ataupun yang akan terjadi. Perumpamaannya saat kita sedang sakit, kita mendapat risiko terhadap pembelian obat dan kehilangan waktu kuliah. Apabila kita mempunyai cadangan uang maka dengan kata lain kita mampu menangani risiko itu sendiri atau memanajemeni risiko (asuransi diri) tersebut, namun apabila kita tidak siap terhadap risiko yang terjadi bisa diserahkan pada lembaga asuransi yanng ada dengan membayar premi yang telah ditetapkan.
Terdapat 3 tahapan untuk memanajemeni Risiko yang akan terjadi, yaitu mengidentifikasi risiko, mengukur risiko dan menangani risiko.
a.       Mengidentifikasi Risiko
Adalah proses mencari tahu risiko yang sedang terjadi terhadap kelompok ataupun perorangan. Dalam buku terdapat 3 jenis risiko, yaitu risiko pasar yang berhubungan nilai tukar mata uang, pergerakan harga barang atau saham, risiko kredit yang berhubungan dengan kegiatan transaksi dalam kegiatan ekonomi, dan risiko operasional yang berhubungan dengan sistem kerja atau operasional dari kegiatan yang dijalankan seperti kesalahan orang, proses atau sistem.

b.      Mengukur Risiko
Mengukur risiko dapat menggunakan rumus, yaitu menghitung simpangan keuntungan atau kerugian yang terjadi pada kegiatan ekonomi yang dilakukan. Alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur risiko adalah Value at Risk.
Risiko yang bersifat subjektif bersumber dari sikap mental atau dari cara berfikir seseorang yang sebagian besar susah untuk diukur secara akurat dan lain halnya dengan risiko yang bersifat objektif atau penyimpangan hasil faktual yang dapat diobservasi dan diukur dengan tepat.

c.       Menangani Risiko
Penanganan risiko dapat dilakukan dengan hedging, yaitu proses pemindahan risiko dengan menyediakan dana cadangan sebesar premi dengan suku bunga tertentu tanpa menghilangkan posisi aset yang dihedging. Risiko pada aset awal sebesar 100% setelah melakukan penanganan ke instrumen hedging maka risiko menjadi 20%. Penurunan risiko terjadi akibat keuntungan yang dihasilkan dari instrumen hedgig tersebut. Namun tetap saja proses ini akan memerlukan dana yang harus dikorbankan.

Pengelompokan Risiko
1.      Risiko Murni atau Risiko Spekulasi
Risiko murni adalah jika ketidakpastian yang terjadi atau yang akan terjadi pasti menimbulkan kerugian dan tidak memungkinkan menghasilkan keuntungan, sedangkan risiko spekulasi adalah jika ketidakpastian yang terjadi atau yang akan terjadi tidak jelas akan terjadi untung ataupun rugi.
2.      Risiko Statis atau Risiko Dinamis
Risiko Statis ini terjadi akibat ketidakpastian pengaruh perubahan waktu, misalnya pengaruh faktor cuaca terhadap kegiatan ekonomi yang dijalankan.
Risiko Dinamis terjadi akibat ketidakpastian di dalam masyarakat, misalnya perkembangan teknologi yang komplek, berubahnya peraturan-peraturan daerah, peraturan perundang-undangan dan sebagainya
Risiko ini sling keterkaitan satu sama lain, risiko dinamis dapat mempengaruhi risiko statis tertentu.
Risiko Finansial
            Kerugian keuangan yang terjadi akibat faktor dari luar organisasi atau kelompok di luar kemampuan organisasi.
Risiko Strategi
            Kerugian jangka panjang yang dipicu akibat faktor dari luar seperti kompetisi pasar, perubahan selera konsumen dan sebagainya.
Kerugian jangka panjang yang dipicu akibat faktor dari dalam seperti kegiatan penemuan dan pengembangan, kelemahan sistem informasi dan hilangnya sumber daya andalan.



Siahaan, Hinsa, 2009, Manajemen Risiko pada Perusahaan dan Birikrasi, Jakarta, Elex Media Komputindo
Sunaryo, T, 2007, Manajemen Risiko Finansial, Jakarta, Salemba Empat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar