Pengertian Risiko
Risiko adalah peluang terjadinya kerugian yang tidak
diinginkan terhadap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perorangan ataupun
oleh kelompok dari berbagai sumber. Tiap kegiatan Ekonomi mempunyai
faktor-faktor tersendiri terhadap terjadinya sebuah risiko.
Manajemen Risiko adalah usaha dari perorangan
ataupun kelompok dalam menangani setiap risiko yang terjadi ataupun yang akan
terjadi. Perumpamaannya saat kita sedang sakit, kita mendapat risiko terhadap
pembelian obat dan kehilangan waktu kuliah. Apabila kita mempunyai cadangan
uang maka dengan kata lain kita mampu menangani risiko itu sendiri atau
memanajemeni risiko (asuransi diri) tersebut, namun apabila kita tidak siap
terhadap risiko yang terjadi bisa diserahkan pada lembaga asuransi yanng ada
dengan membayar premi yang telah ditetapkan.
Terdapat 3 tahapan untuk memanajemeni Risiko yang
akan terjadi, yaitu mengidentifikasi risiko, mengukur risiko dan menangani
risiko.
a.
Mengidentifikasi
Risiko
Adalah
proses mencari tahu risiko yang sedang terjadi terhadap kelompok ataupun
perorangan. Dalam buku terdapat 3 jenis risiko, yaitu risiko pasar yang
berhubungan nilai tukar mata uang, pergerakan harga barang atau saham, risiko kredit
yang berhubungan dengan kegiatan transaksi dalam kegiatan ekonomi, dan risiko
operasional yang berhubungan dengan sistem kerja atau operasional dari kegiatan
yang dijalankan seperti kesalahan orang, proses atau sistem.
b.
Mengukur Risiko
Mengukur
risiko dapat menggunakan rumus, yaitu menghitung simpangan keuntungan atau
kerugian yang terjadi pada kegiatan ekonomi yang dilakukan. Alat ukur yang sering
digunakan untuk mengukur risiko adalah Value
at Risk.
Risiko
yang bersifat subjektif bersumber dari sikap mental atau dari cara berfikir
seseorang yang sebagian besar susah untuk diukur secara akurat dan lain halnya
dengan risiko yang bersifat objektif atau penyimpangan hasil faktual yang dapat
diobservasi dan diukur dengan tepat.
c.
Menangani Risiko
Penanganan
risiko dapat dilakukan dengan hedging,
yaitu proses pemindahan risiko dengan menyediakan dana cadangan sebesar premi
dengan suku bunga tertentu tanpa menghilangkan posisi aset yang dihedging. Risiko pada aset awal sebesar
100% setelah melakukan penanganan ke instrumen hedging maka risiko menjadi 20%. Penurunan risiko terjadi akibat
keuntungan yang dihasilkan dari instrumen hedgig
tersebut. Namun tetap saja proses ini akan memerlukan dana yang harus
dikorbankan.
Pengelompokan Risiko
1.
Risiko Murni
atau Risiko Spekulasi
Risiko murni adalah jika ketidakpastian yang
terjadi atau yang akan terjadi pasti menimbulkan kerugian dan tidak
memungkinkan menghasilkan keuntungan, sedangkan risiko spekulasi adalah jika
ketidakpastian yang terjadi atau yang akan terjadi tidak jelas akan terjadi
untung ataupun rugi.
2.
Risiko Statis
atau Risiko Dinamis
Risiko Statis ini terjadi akibat ketidakpastian
pengaruh perubahan waktu, misalnya pengaruh faktor cuaca terhadap kegiatan
ekonomi yang dijalankan.
Risiko Dinamis terjadi akibat
ketidakpastian di dalam masyarakat, misalnya perkembangan teknologi yang
komplek, berubahnya peraturan-peraturan daerah, peraturan perundang-undangan
dan sebagainya
Risiko ini sling keterkaitan satu sama
lain, risiko dinamis dapat mempengaruhi risiko statis tertentu.
Risiko Finansial
Kerugian keuangan yang terjadi
akibat faktor dari luar organisasi atau kelompok di luar kemampuan organisasi.
Risiko Strategi
Kerugian jangka panjang yang dipicu akibat faktor
dari luar seperti kompetisi pasar, perubahan selera konsumen dan sebagainya.
Kerugian jangka panjang yang dipicu akibat faktor
dari dalam seperti kegiatan penemuan dan pengembangan, kelemahan sistem
informasi dan hilangnya sumber daya andalan.
Siahaan,
Hinsa, 2009, Manajemen Risiko pada Perusahaan dan Birikrasi, Jakarta, Elex
Media Komputindo
Sunaryo, T, 2007, Manajemen
Risiko Finansial, Jakarta, Salemba Empat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar